Web akhmad fauzi


Tetap semangat dalam berkarya untuk ibadah
Gatot Brajamusti, Sebuah Paradigma

Jika saya berasumsi, menarik garis antara kebutuhan popularitas dengan budaya instan, kemudian bertemu dengan pola jaringan narkoba, apakah dianggap terlalu berlebihan. Saya tidak punya bukti empiris atas asumsi itu. Rilis kepolisian, pengakuan para selebritis terhadap sosok Gatot B. ini, termasuk gejala-gejala sosial yang ada, memberanikan saya untuk berasumsi demikian.

Dulu, bahkan sampai sekarang, ada istilah mafia benda-benda ghoib. Barang-barang semisal merah delima, keris, kitab stambul dan lain-lain, menjadi isyu barang yang di buru. Ujung-ujungnya adalah untuk mendatangkan uang. Kaum "kepepet" yang banyak terbuai dalam hal ini.

Antorium pernah booming. Saya pernah merasakan nilai harga dari booming itu walau hanya sebentar. Tokek, dan akik, tak luput dari keterkejutan harga di ranah publik.

Di televisi, pernah dikabarkan, jika ingin menjadi artis siapkan ratusan juta sampai bermilyar rupiah untuk posisi keartisan yang di pinta.

Sepertinya, Gatot Brajamusti memadukan pola-pola di atas dengan balutan yang lebih keren, yaitu, ritual religi dan kemudahan peluang pangsa pasar barang-barang narkoba.

Reza adalah korban, begitu berita yang muncul. Dalam berita lain, ditengarai Gatot memanfaatkan prosesi ritual untuk memasarkan "dagangannya". Dalam acara televisi, ada artis yang belajar mengaji, mengaku pipinya sering disentuh (kalau tidak boleh disebut dibelai). Berita-berita semacam ini berserakan di media. Rilis resmi kepolisian memastikan jika Gatot Brajamusti tertangkap karena kepemilikan narkoba. Diduga, ini adalah salah satu mata rantai pengedaran barang haram yang paling terbaru polanya.

Sangat serius jika uraian di atas mendekati kebenaran. Artinya, hidup dan proses hidup di negeri ini berada dalam kelabilan standar. Baik standar hukum atas barang-barang narkoba. Standar atas norma dan keberpihakan pada keyakinan yang dipunya. Termasuk standar dalam menilai sebuah hasil. Efek dari semua standar itu adalah meremehkan standar proses.

Gaya hidup berkecukupan, hasrat ingin populer, mempercepat hasil, bersiasat atas segala langkah, sampai pada menjadikan kemungkaran yang dibungkus wibawa kehebatan, merangsek dengan mudahnya kini.

Gatot Brajamusti adalah sebuah paradigma, yang tidak bisa dianggap remeh hanya sebatas penyalah-gunaan narkoba. Dalam membaca peristiwa ini, sendi-sendi sosial budaya di masyarakat sebegitu ringannya di pola dan dibungkus dengan hal-hal yang bernilai tinggi.

Kalangan artis adalah manusia kelas atas. Menjadi sebab kita untuk ketakutan akan keberlangsungan nilai-nilai sebuah tatanan dan budaya. Betapa semakin rentannya jika ini menjamah kalangan bawah.

Pemerintah, pejabat, tokoh-tokoh agama dan masyarakat tidak boleh cuci tangan dengan paradigma ini. Pengakuan Fredy Budiman, bertontonnya timbunan narkoba yang sedang mengancam negeri ini, perilaku anarkhi (baik oleh akar rumput maupun aparat), Getolnya sebagian arus yang ingin menjauhkan agama dan nilai-nilai dari pemeluknya, semakin tampak bukanlah sebuah kondisi yang berdiri sendiri-sendiri. Bukan pula sebuah kebetulan, atau hanya perilaku oknum per oknum.

Membiarkan paradigma-paradigma tersebut sama halnya dengan memberi kesempatan "mereka" untuk leluasa bermain di sini, di Indonesia.

99 anak yang menjadi korban pelampiasan syahwat tak wajar semakin melengkapi kesempurnaan asumsi, jika bangsa ini harus segera bersikap atas rentetan paradigma yang sudah terlalu membahayakan nilai-nilai budaya bangsa.

Salam Indonesia.

Kertonegoro, 3 September 2016
Salam,

Akhmad Fauzi

 

Selengkapnya : http://www.kompasiana.com/…/gatot-brajamusti-sebuah-paradig…


Komentar :

Nama :
E-mail :
Web :
Komentar :
Masukkan kode pada gambar


    [Emoticon]

Pengumuman PPMB

Artikel Popular

  • TUGAS KE-4; KELAS IX
    20-11-2012 15:08:37  (64)
  • TUGAS KE-4; KELAS VIII
    31-10-2012 22:06:36  (62)
  • ANTOLOGI PUISI : DIALOG SETENGAH JALAN : EPISODE 1; Bersimpuh Keyakinanh
    30-10-2012 22:44:53  (56)
  • Tugas Kelas IX
    18-10-2012 12:16:29  (54)
  • NASKAH DRAMA UNTUK MATERI LATIHAN 2
    24-11-2012 14:56:24  (51)

Artikel Terbaru

Pengunjung

    848510

ANIMASI GBR POJOK

VISITOR DATE

Flag Counter

STATS domain 1

Check google pagerank for bermututigaputri.guru-indonesia.net Rating for bermututigaputri.guru-indonesia.net Rating for bermututigaputri.guru-indonesia.net

DAERAH SEBARAN

REPUTASIWEB

Website reputation

Facebook

alexa

alexa link

Link Partner

Komentar Terbaru