Web akhmad fauzi


Tetap semangat dalam berkarya untuk ibadah
Guru, Ini Tantangan Kita (Bag. 1)

Guru, Ini Tantangan Kita

 (Bag. 1)


Menyisir pemahaman pola dunia pendidikan tak ubahnya kita menapaki tangga peradaban dengan segala ketangguhan wibawa kita (pelaku pendidikan) sebagai pelaku sejarah. Mendidik bukanlah hal yang sederhana meskipun bisa dilakukan dengan cara yang sederhana. Proses pendidikan adalah proses hidup, oleh karena itulah agama menempatkan pendidikan sebagai aktifitas yang krusial untuk dilakukan.

Pengertian pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya dan masyarakat. ( UU SISDIKNAS No.20 tahun 2003 ).

Uraian di atas mengandung konsekwensi jika guru sebagai profesi menjadi salah satu elemen penting dalam pendidikan, khususnya dalam proses belajar di kelas. Oleh karena itu dalam UUGD no.14 tahun 2005 ditekankan jika profesi guru (dan dosen) merupakan bidang pekerjaan khusus yang dilaksanakan berdasarkan prinsip sebagai berikut: 1) memiliki bakat, minat, panggilan jiwa, dan idealisme; 2) memiliki komitmen untuk meningkatkan mutu pendidikan, keimanan, ketakwaan, dan akhlak mulia; 3)memiliki kualifikasi akademik dan latar belakang pendidikan sesuai dengan bidang tugas; 4) memiliki kompetensi yang diperlukan sesuai dengan bidang tugas. (lihat pasal 7).

Betapa agungnya martabat guru dalam persepsi negara dan masyarakat. Dituntut adanya kesempurnaan diri untuk bisa mengarungi profesi ini. Maka tidak ini, jika dalam lima tahun terakhir guru termasuk tema sentral yang ramai dibicarakan di tingkat nasional.

Regulasi sekecil apapun, fenomena sesederhana apapun, sampai pada maraknya fenomena mobil-mobil baru yang menghiasi pelataran parkir sekolah, cukup menarik untuk diberitakan. Ramainya pemberitaan ini tidak lepas dari besarnya harapan semua pihak pada mutu pendidikan di tanah air, yang nota bene hal itu menyangkut hajat moral dan kelangsungan hidup putra-putri bangsa.

Maka menjadi keheranan jika dari sisi guru "tatap mata" ini direspon dengan ala kadarnya. Dalam artian dalam memandang pergerakan dan perubahan waktu guru mengambil posisi kebakaran jenggot atau malah apatis dan berdiam diri. Idealnya, guru seyogyanya berperan aktif dalam perubahan itu dengan berbagai cara yang bisa dilakukan. Contoh sederhana adalah adanya indikasi maraknya prostitusi online di kalangan pelajar.

Kalau merujuk pada inti perundang-undangan di atas, guru dituntut oleh negara, masyarakat, dan keprofesiaannya agar berani mengambil bagian sebagai salah satu "pembasmi" penyakit masyarakat itu. Posisi guru sebagai ujung tombak pendidikan sangat potensial untuk bisa meredam adanya gejala-gejala aneh yang ada di tengah masyarakat.

Sudahkah guru berperan aktif dalam peredaman itu?

 

... bersambung

 

Kertonegoro, 23 Nopember 2015
Salam,

Akhmad Fauzi

 


Komentar :

Nama :
E-mail :
Web :
Komentar :
Masukkan kode pada gambar


    [Emoticon]

Pengumuman PPMB

Artikel Popular

  • TUGAS KE-4; KELAS IX
    20-11-2012 15:08:37  (64)
  • TUGAS KE-4; KELAS VIII
    31-10-2012 22:06:36  (62)
  • ANTOLOGI PUISI : DIALOG SETENGAH JALAN : EPISODE 1; Bersimpuh Keyakinanh
    30-10-2012 22:44:53  (56)
  • Tugas Kelas IX
    18-10-2012 12:16:29  (54)
  • NASKAH DRAMA UNTUK MATERI LATIHAN 2
    24-11-2012 14:56:24  (51)

Artikel Terbaru

Pengunjung

    903429

ANIMASI GBR POJOK

VISITOR DATE

Flag Counter

STATS domain 1

Check google pagerank for bermututigaputri.guru-indonesia.net Rating for bermututigaputri.guru-indonesia.net Rating for bermututigaputri.guru-indonesia.net

DAERAH SEBARAN

REPUTASIWEB

Website reputation

Facebook

alexa

alexa link

Link Partner