Web akhmad fauzi


Tetap semangat dalam berkarya untuk ibadah

Arsip Bulan June 2013

INDAHNYA INDONESIA HARI INI

INDAHNYA INDONESIA HARI INI!!! akhmad fauzi   Semua Tokoh bisa kumpul meski hanya di sebuah "HANGGAR" Sebuah potret ASLI NEGERI ini Semoga ini awal yan ...

0 Komentar
SELAMAT JALAN

SELAMAT JALAN ...

0 Komentar
MENGINTIP RASA

MENGINTIP RASA akhmad fauzi Terimalah begini cinta ini dalam ketersembunyian menggenggam seutas tali kalau-kalau terseret isyu duga Terintip di kejauhan kusam kadang bening merah ternyata sembab hitam, semoga bukan lebam karena aku masih melihat butiran hijau yang menetes di gaun yang tercincing ketidakpastian karena aku melihat putih berlarian menuju titik d ...

0 Komentar
MELANGKHA DALAM HIDUP : OBROLAN SORE

OBROLAN SORE : MELANGKAH DALAM HIDUP akhmad fauzi Saya punya teman, laki-laki, sudah 8 kali dia mencoba untuk lolos dalam tes seleksi Pegaw ...

0 Komentar
PERJALANAN MULTI DIMENSI NILAI (RENUNGAN ISRO' MI'ROJ)

PERJALANAN MULTI DIMENSI NILAI (RENUNGAN ISRO' MI'ROJ)   Akhmad Fauzi*               Kesempurnaan Sang Pencipta yang mengawali catatan perjalanan ini dengan frase "Maha Suci" dan "yang memperjalankan hambaNya". Sebuah skenario cerita dari "Sang Pengarang" yang ingin menekankan bahwa hanya Yang Maha Suci yang bisa memperjalankan sekaligus untuk menepis akan adanya "sesuatu yang aneh" pada diri yang diperjalankan. Skenario agung yang hanya bisa ditulis oleh Dzat yang faham benar apa yang akan diceritakan dari hulu sampai hilir.             Ya, hanya keyakinan yang mampun menangkap simbol perjalanan yang terkesan nisbi ini. Hanya yang berkeinginan dinamis yang bisa merasakan hikmah di balik perjalanan ini. Dinamis, yang bersamanya hati dan fikir bersepakat meletakkan rasa egonya untuk kembali ke khittah sebagai hamba yang lemah.             Fenomenalnya perjalanan Isro' Mi'roj tidak hanya dari sisi target hasil berupa sholat lima waktu. Tetapi hampir setiap langkah perjalanan itu penuh dengan nilai-nilai. Penulis termasuk yang meyakini walau tanpa ada perjalanan itupun, kalau Tuhan (Allah SWT) menghendaki, tentu tidaklah sulit menjadikan sholat sebagai kewajiban. Ini berarti ada rahasia besar yang ingin Tuhan sampaikan agar para makhluk (manusia dan jin) untuk mau menguaknya. Tentu dalam menguaknyapun harus dalam koridor etika kehambaan.   Dimensi Nilai-Nilai             Sehari setelah Roshululloh melakukan perjalanan itu, gemuruh ketidak-percayaan merambah di seantero kota Makkah. Suatu kewajaran apabila ada yang mempertanyakan faktualitas dari kejadian itu. Tingkat kemustahilan serta rentannya aqidah awamlah yang semakin meyuburkan ketidak-percayaan. Tetapi terbukti, hanya dengan keyakinan hati yang kuat, yang berasal dari sesuatu yang benar, kegaduhan itu bisa berakhir tanpa ada anarkisme (korban) sedikitpun. Sampai saat inipun kalau masih ada yang mempertanyakan bisa terbantahkan. Mengapa? Karena ada nilai Aqidah di sana. Keyakinan akan sesuatu yang benar, keyakinan akan sesuatu yang baik dan berimbas baik,..... keyakinan untuk taat!             Nilai politispun kental di dalamnya. Begitu pihak yang berseberangan dengan Roshululloh mendengar kabar perjalanan ini, dengan serta merta insting politik oposan bergerak. Disusunlah gerakan penghancuran atas diri Reformis ini dengan menggunakan amunisi Isro' Mi'roj yang terbungkus tema kebohongan. Dalam sebuah riwayat diceritakan, saking masivnya gerakan ini banyak pengikut Roshululloh yang masih hijau ikut terhanyut untuk meragukan kejujuran Nabi. Jangan dikira penghancuran itu hanya sebatas untuk menurunkan elektabilitas beliau, lebih dari itu (karena begitu terbukanya celah penghancuran) gerakan inipun merambah ke penghancuran karakter Nabi.             Bagaimana reaksi Nabi saat itu? Inilah nilai politis yang seharusnya kita contoh. Roshululloh begitu tenang menghadapi semua gerakan, dikuatkan keyakinan pengikut beliau, meminimalisir kontra-reaksi (yang berarti bergerak dengan elegan) sembari menyerahkan semua ini kepada Tuhan, Sang Sutradara! Kunci semua itu adalah (di samping hidayah dari Allah SWT) tidak saja karena Beliau meyakini kebenaran risalah yang dibawanya, tetapi juga hati dan fikir beliau terhindar dari tendensi-tendensi dan kasak-kusuk yang kurang baik.             Tersirat pula nilai kepemimpinan dalam perjalanan ini, bagaimana Roshululloh harus ihklas untuk naik turun mengkonsultasikan tugas kewajiban sholat dengan nabi-nabi lain. Sungguh, penulis melihat dengan jelas betapa yang ada di hati Beliau hanyalah ummat dan ummat, dengan segala keterbatasan kekuatan yang dimiliki. Sebuah gambaran penjiwaan sang pemimpin yang mengedepankan kepentingan ummat!   Pendidikan Untuk Tatanan Kekinian             Komarudin Hidayat dalam akun tweeternya mengatakan, "Please...politisi jangan sibuk bermanuver dg mempermainkan emosi rakyat!" (@komar_hidayat). Tentunya ini adalah hasil penggambaran dari pengamatan beliau atas konstelasi perpolitikan di negeri ini. Penulis agak meragukan kalau konstelasi politik hanya politisi saja yang harus dingatkan. Kenyataan menunjukkan, ketidakberesan itu sudah jauh merambah ke segala lini hidup. Kolaborasi semua elemen yang begitu meluas, seperti dalam pemberitan-pemberitaan, benar-benar membuat miris yang melihat. Ujung-ujungnya adalah ketidakpercayaan yang akan berakhir pada instabilitas.             Di samping kwalitas ketidakberesan ini semakin tinggi, kwantitas (pelaku utamanya) juga semakin meluas. Hampir semua strata kehidupan ikut andil dalam menjamah ketidakberesan. Ini berarti menunjukkan adanya komulasi pemerataan peran. Sebagai contoh sederhana bisa dilihat dari dinamika rencana kenaikan BBM. Awampun bisa membaca kalau semua pihak berusaha untuk saling memanfaatkan momen kenaikan ini. Semua mengatasnakan untuk kepentingan rakyat. Benarkah? Inilah hebatnya, untuk menyimpulkan siapa yang benarpun sudah teramat sulit. Inilah mungkin yang dikatakan "cuci-cuci' piring itu. Atau memang sudah begitu memuncaknya perjalanan kesalahan sehingga terkesan sulit untuk mengurai karena begitu berkesinambungannya ketidakberesan itu.             Bukankah akan elegan kalau semua pihak memulai untuk menutup yang ada dan melangkah dengan lembaran baru. Langkah ini mungkin terkesan tidak populer atau bahkan mustahil, tetapi lebih jernih mana dengan energi kita yang harus dikeluarkan untuk saling sandra, saling menjustifikasi, atau saling "seakan-akan" berpihak ke rakyat? Ketika Roshululloh di cap sebagai "pembual", tidak ada niatan beliau untuk melakukan serangan balik. Bahkan kata yang keluar untuk ummat beliaupun adalah, "Biarlah, sesungguhnya mereka belum tahu....."             Bukankah terasa teduh kalau semua elemen juga merasa punya andil akan ketidakberesan ini (siapapun dan apapun afiliasi fahamnya). Kalau sudah merasa ikut andil, akan lahir kesadaran untuk tidak merasa benar, tentu rakyat akan melihat adegan yang cukup indah yaitu "ngrumangsani salah" (iso rumongso). Hanya mereka yang memiliki jiwa besar yang berkenan untuk memulai lagi dengan niatan yang baik, mempercayakan kepada yang semestinya, dan bergerak dengan pola meminimalisir efek!             Kalau semua merasa keliru alangkah lapangnya peerjalanan negeri ini, karena masing-masing akan mereasa legowo berdiskusi, tidak ada lagi penghancuran dengan lebel apapun. Kalau toh semua merasa atas nama rakyat, alangkah cerdasnya kalau merekapun segera menyadari jika rakyat sudah cukup pandai untuk memilih dan berpihak.             Momen Isro' Mi'roj bisa dikatakan adalah awal memulai sesuatu yang baru. Momen Isro' Mi'roj adalah awal dimulainya aktifitas yang penuh kepastian dan dinamis tanpa sedikitpun melihat "dosa" di sebelumnya. Momen Isro' Mi'roj cukup baik juga untuk menjadi salah satu sebab mengakhiri ketidakberesan yang menggejala di negeri ini. semoga!   KELIRU   Benih ketakutan sudah dirasakan ketika "ketidakberesan" MERANGKAK", dan kini, "DIA" sudah "TURUN TANAH" kembang tujuh macam, hanya akan mempercepat kebusukan kalau arah masih serupa   Kini telah dewasa Semirip yang mengukir dan merekayasa .................   Sejenak lagi akan menua Sibuk bernyanyi menggali tanah Liang lahat untuk dia ............................. dan yang memelihara     Kertonegoro, 6 Juni 2013 Penulis adalah : Guru SMP NEGEREI 2 JENGGAWAH                                             ...

0 Komentar
5

Pengumuman PPMB

Artikel Popular

  • TUGAS KE-4; KELAS IX
    20-11-2012 15:08:37  (64)
  • TUGAS KE-4; KELAS VIII
    31-10-2012 22:06:36  (62)
  • ANTOLOGI PUISI : DIALOG SETENGAH JALAN : EPISODE 1; Bersimpuh Keyakinanh
    30-10-2012 22:44:53  (56)
  • Tugas Kelas IX
    18-10-2012 12:16:29  (54)
  • NASKAH DRAMA UNTUK MATERI LATIHAN 2
    24-11-2012 14:56:24  (51)

Artikel Terbaru

Pengunjung

    868789

ANIMASI GBR POJOK

VISITOR DATE

Flag Counter

STATS domain 1

Check google pagerank for bermututigaputri.guru-indonesia.net Rating for bermututigaputri.guru-indonesia.net Rating for bermututigaputri.guru-indonesia.net

DAERAH SEBARAN

REPUTASIWEB

Website reputation

Facebook

alexa

alexa link

Link Partner