Web akhmad fauzi


Tetap semangat dalam berkarya untuk ibadah

Arsip Bulan June 2013

SINGKATAN BBM : OBROLAN SORE

OBROLAN SORE : SINGKATAN BBM akhmad fauzi CATATAN : Penulis sadur dari @ceritamedan Benar Benar Memuncak kesibuka ...

0 Komentar
NOVEL PERAHU KERTAS

Sinopsis Novel Perahu Kertas Dewi Lestari   Sinopsis Novel Perahu Kertas Dewi Lestari - "Perahu ng BramantyKertas" merupakan novel ter-hitz dari Dewi 'dee" Lestari. mengangkat tema persahabatan empat sekawan yang easy reading dan heart catcing untuk pembaca dari berbagai lapisan usia. dikemas dengan bahasa yang lugas, serta pendeskripsian keadaan yang juga begitu lugas tetapi sarat akan nilai-nilai serta makna kehidupan. bukan melulu tentang remaja, melainkan tentang dinamika kehidupan empat orang remaja serta korelasinya dengan lingkungan internal. novel ini akan segera diankat ke layar lebar. sentuhan tangan sutradara kenamaa Hanung Bramantyo akan menambah apik coverage novel yang sudah apik ini. dan inilah sinopsi novel "perahu kertas" karya Dewi "dee" Lestari !!   Kisah ini dimulai dengan Keenan, seorang remaja pria yang baru lulus SMA, yang selam ...

1 Komentar
HABIBIE DAN AINUN

Habibie dan Ainun “Ainun dan saya bernaung di bawah cinta milik-Mu ini dipatri  menjadi MANUNGGAL sepanjang masa. Hanya dengan tatapan mata saja tanpa berbicara sering dapat berkomunikasi langsung dan mengerti isi hati dan kehendak ...

1 Komentar
DELISA CINTA UMMI KARENA ALLAH

DELISA CINTA UMMI KARENA ALLAH Delisa yang lugu, polos, dan kritis suka bertanya. Delisa kecil baru berusia 6 tahun, anak bungsu dari ...

1 Komentar
MURID KITA, MUCIKARI....???

OBROLAN SORE : MURID KITA, MUCIKARI.....???  akhmad fauzi   Tuhan, Kembali Engkau Tunjukkan khilaf kami lagi. Baru sejenak kami bernafas dari tiga kejadian yang hampir sejenis Engkau pertontonkan lagi   Kalau aku, yang diamanati, yang mengasuhnya Lengah akan uang jajannya. Kalau aku, yang dipercaya membasuh fikirnya Angkuh, hingga terjerembab dalam pelukan yang tidak seharusnya Kalau aku, yang seharusnya teman bermainnya Tidur pulas oleh ego sendiri   Kalau aku, yang telah memilihku, dalam hatinya, pertiwi ini Terlalu sibuk membuat janji-janji!   Senyum yang semestinya ranum di lima sepuluh tahun lagi harus gugur Binar mata perawan itu, gelap mengiringi trauma tak bertepi senyum tipis dengan nafas harum kini semburat tak beraturan arah Terjemput bangkai kenistaan yang sekarang, tertimang zaman!   Tuhan, Indah, Engkau tuliskan ini ketika aku terkoyak-koyak juga   Tersungkur aku tanpa tahu di mana, Yang teryakini tulisan apa lagi yang hendak Engkau buat ...........   disadur dari : http://bermututigaputri.guru-indonesia.net/artikel_detail-44079.html   Waspada atau siaga dengan keadaan ini, seorang siswa belia ssudah berani mengais rezeki dengan penuh talenta di ladang yang sudah harus menggugah kesadaran kita. Akhiri kata menyalahkan, apalagi mencemooh, seolah ini adalah DOSA dia.   Sikap Poltabes cukup elegan, tidak menahan, memberikan layanan psikologi, sembari mencatat BAP-nya. Tepat kiranya. Media, dengan segala kehausan berita, mengcloos cerita ini tanpa henti.   Mari, Anda yang sedang menonton tragedi ini jangan berlagak apapun. Tangkap tontonan ini, poles dengan kemampuan yang ada, agar tidak menjalar menjadi cerita "sarkasmik". Sebuah cerita yang selalu "seolah-olah" kemudian dilemparkan ke tempat menjijikkan, namun, di  sekali waktu nanti muncul lagi dengan seragam baru yang lebih "membelalakkan mata".   Mari, Anda, saya, menghadirkan senyum tatap sayang kepada mereka, meski harus berdarah-darah pembuluh darah kesadaran kita. Ada peran dosa kita di sana, ada kenistaan yang sempat kita titipkan dalam lakon ini. hapus itu dengan tetes air mata, walau hanya satu dua, ataukah cukup berkaca-kaca.   Jangan lihat ini adalah kasus temporal. Inilah yang sejatinya buah dari komulasi kenistaan yang sekarang begitu di timang oleh zaman. Lebih sitemik dari pada sistem perundangan yang ada, lebih silent dari pada teroris hebat di jamannya. Ini adalah selimut lembut yang akan memusnahkan kita sekaligus huniannya juga.   Penulis teringat puisi Cak Nun : Kemana, anak-anak kita itu. Kemana, anak-anak kita itu, anak anak yang dilahirkan oleh bangsa ini dengan seluruh keringat, dengan luka, dengan darah, dengan kematian!!! Kemana, anak-anak kita itu Kemana, anak-anak yang dilahirkan oleh sejarah .......................... Aku melihat anak-anak itu lari tunggang langgang anak-anak itu diserbu oleh rasa takut yang mencekam .......................... Tapi kita iseng... kita tidak serius terhadap nilai-nilai Bahkan terhadap Tuhan pun KITA SETENGAH HATI...........!!!   Masihkah hilang kesadaran ini, kalau jengkal langkah mereka kitapun harus ikut memegangkan kuas hidupnya. Teremat ego diri ini, kalau masih bersembunyi dikhusuknya diri.   Anak-anak itu ternyata sudah tunggang langgang. menggores-goreskan kuasnya agar kita tahu kalau mereka SUDAH TAK TERSAPA LAGI. Sementara enjoy menghitung apa yang akan KITA TUMPUK.....   Kita adalah aku, penulis Kita adalah orang-orang tercintanya, mungkin anda. Kita adalah negara, yang bernama INDONESIA!   (Ungkapan keprihatinan yang cukup serius untuk kalian, lima orang putri. Maafkan, hanya ini yang bisa aku persembahkan untuk ikut merasakan luka hidup kalian....)   Kertonegoro, 13 Juni 2013 Salam, Berangkat Dari Hati Untuk Menumbuhkan Energi Positif  ...

0 Komentar
3

Pengumuman PPMB

Artikel Popular

  • TUGAS KE-4; KELAS IX
    20-11-2012 15:08:37  (64)
  • TUGAS KE-4; KELAS VIII
    31-10-2012 22:06:36  (62)
  • ANTOLOGI PUISI : DIALOG SETENGAH JALAN : EPISODE 1; Bersimpuh Keyakinanh
    30-10-2012 22:44:53  (56)
  • Tugas Kelas IX
    18-10-2012 12:16:29  (54)
  • NASKAH DRAMA UNTUK MATERI LATIHAN 2
    24-11-2012 14:56:24  (51)

Artikel Terbaru

Pengunjung

    848486

ANIMASI GBR POJOK

VISITOR DATE

Flag Counter

STATS domain 1

Check google pagerank for bermututigaputri.guru-indonesia.net Rating for bermututigaputri.guru-indonesia.net Rating for bermututigaputri.guru-indonesia.net

DAERAH SEBARAN

REPUTASIWEB

Website reputation

Facebook

alexa

alexa link

Link Partner

Komentar Terbaru