Web akhmad fauzi


Tetap semangat dalam berkarya untuk ibadah

Arsip Bulan April 2013

KUMPULAN PUISI "MIMPI" ; JAUHNYA KEPEKAAN

  JAUHNYA KEPEKAAN akhmad fauzi Kekerdilan fikir senantiasa diper ...

5 Komentar
KUMPULAN PUISI "MIMPI" ; SULITNYA MEMELIHARA MIMPI

SULITNYA MEMELIHARA MIMPI Akhmad Fauzi   Atas nama cinta Kembali aku harus hadir di sini Bersama mengalirnya air sejauh yang mampu ia aruskan Dipinggir sunggai, bersama dialog yang telah rampung   Kelokan aliran itu mementahkan kemampuan akal diri yang melukiskan kesahajaan fikir akan pasrah Menanti ujung muara, yang belum tentu pernah ketemu ujungnya   Muara yang menggambar senyum Sejauh ketidakmampuan akal menjamah Langkah yang terkesan sia-sia seakan sia-sia   Sulitnya memelihara, mengaburkan mudahnya awal tersentuh dan ringannya mengakhiri Fenomena yang senantiasa jatuh bangun atas nama tragedi yang senantiasa diperankan dengan penuh penjiwaan tanpa Merasa dosa!   Memelihara adalah kosekwensi logis atas anggukan untuk memulai sekaligus penyangkalan akan adanya akhir Memelihara adalah tanda seru lengkap dengan hentakan-hentakan Seperti air ini, yang sebegitu ihlasnya terhantam-hantam di tebing-tebing pinggir sungai   Sayang, air itu harus silih berganti Sehingga tak mampu bercerita sedikitpun Akan ihlasnya   (Pinggir sungai, di sebuah negeri awan, di suatu waktu)   Kertonegoro, 29 April 2913     ...

0 Komentar
USUL : UNTUK KPU (KOMISI PEMILIHAN UMUM)

INDONESIA ADALAH SURGA! Usul : Untuk KPU (KOMISI PEMILIHAN UMUM) akhmad fauzi   Sebelum terlambat, bagaimana kalo KPU membentuk TIM yang terdiri dari MOTIVATOR DAN PSIKOLG.... Dibantu dengan ahli forensik data dari POLRI dan pakar Kepribadian dari Perguruan Tinggi. Mulai sekarang menganalisis CALEG yang sudah masuk. target utama yang dianalisis adalah: 1) otentik data 2) trackrecord perilaku sosial, 3) Hitam putihnya calon ttg NKRI 4) kestabilan psikologi.   Setelah itu, yang DI BAWAH standar adakan komunikasi dengan Partainya untuk solusi! Setelah beres semua, mohon sampaikan ke masyarakat bahwa CALEG dalam kondisi LAYAK ATO TIDAK LAYAK.   Maka : KPU bebas dari dosa, Rakyat.....TIDAK SALAH MEMILIH, Negeri akan di bina oleh mereka YANG LAYAK.   Kalo ternyata di tengah perjalanan “mberot”, KITA HANCURKAN SAMA-SAMA....Tidak perlu menyalakan KPU, Partai,  Lembaga DPR, ... apalagi Rakyat....!!!   Data kelayakan yang ada jadi sumber data untuk Partai dan KPK....sekaligus UNTUK TERAPI NANTINYA......   Bagaimana #KPU........? Mau kan? Tertarik kan? Tetap semangat, Indonesia penuh dengan orang-orang baik, cari!!!   Dunia Pendidikan? Jadi Ruh Pencetaknya... Bagaimana..? Ahhh,... Iagi-lagi Indonesia sudah AHLINYA, jangan di ragukan....!!!   Intinya : SINERGI ! Sinergi antara lahir dan bathin, sinergi antara Aturan dan Pelaksanaan, sinergi antara Hati dan Logika, sinergi semua potensi...!!!   INDONESIA PENUH DENGAN POTENSI, hanya butuh untuk MENSINERGIKAN..... Kapan..? SEKARANG BUNG...., SEKARANG!!!   MARI BUAT GERAKAN....... GERAKAN "SINERGI POTENSI BANGSA" caranya :   CARI SATU HARI DI SETIAP BULAN UNTUK MENGGEBRAKNYA.... Di Rumah Kita, di Tetangga Kiri-Kanan Kita, Dusun Kita, Tempat Kerja Kita.....   SEMOGA ALLAH, TUHAN YME, RIDHO........   Salam dari : https://www.facebook.com/bermututigaputri … (sebuah LAMAN FB ttg. Gerakan Hati Untuk Menumbuhkan Energi Positif)   INDONESIA ADALAH SYURGA....!   Kertonegoro, 28 April 2013   ...

0 Komentar
KUMPULAN PUISI "MIMPI" ; MENUJU MIMPI

  MUNUJU MIMPI akhmad fauzi   Potret besok ada di hari ini, hari ini ada di hati sekarang, tanyakan, apakah ada rasa sakit? kalo tidak, besok adalah kemerdekaan hidup, semoga itu kita.   Semoga, dibangun pagi besok diawali dengan hati dan bibir kita menyapa ILLAHI, bersyukur dan mohon maaf, maka, dunia milik kita. Rob, kami butuh itu..... jika dalam kondisi sesak ini malam, ada waktu, sekarang  juga, Tuhan menyukai mereka yang ingin memutihkan hati, dan menatap diri untuk diperbaiki, semoga Alangkah eloknya mereka yang bersih tapi esmakin memutihkan hati dan diri. peradaban mencatat, hanya mereka YANG TERPILIH yang mampu melakukan, kitakah...? Besar kemungkinan itupun kita, karena optimis untuk baik mampu menepis sesak walau mengerak. Allah melirik hati, senyumkan selalu hati ini...   selama tidak ada yang diperlukan dalam hidup ini, tidak ada yang perlu dikeluhkan, ingat. waktu hidup hanyalah hitungan detik, hanya detik....   Selebihnya hanya fatamorgana atau bisa jadi kekotoran yang ingin agar hati tidak membalas RAHMAD ILLAHI dengan senyuman, sungguh, jaga hati untuk ini..... Tentang planning?  Diperlukan untuk mengakui kalau kita hanya HAMBA, tidak lebih dari itu, jangan sok berucap "pasti" dan "ah..." Indahnya kalau sebelum diri melepas aktifitas, hati menyanyikan ini. menyanyikan dalam bentuk zikir hati-bibir.... pulaslah dalam kehambaan yang utuh! Apa yang ditakutkan? sungguh, semua berangkat dari hati....yang BERUSAHA untuk positif... selamat malam INDONEISA, besok adalah syurga, yakinlah....   Kertonegoro, 27 April 2013 ...

0 Komentar
UN RASA NANO-NANO

UN RASA NANO-NANO Akhmad Fauzi*   ---)***(--- Dalil apalagi yang belum dikeluarkan, hampir semua telah tuntas terkupas lengkap dengan dasar-dasar penguatnya! Siapa yang belum bersuara, hampir semua elemen, kalangan, bahkan lintas disiplin ilmu berkoar-koar mengkuliti! Media apa yang luput dalam memberitakan, toh Facebook pun ramai mempergunjingkan!Yah, sungguh UN rasa Nano-Nano. Betapa tidak, sampai budayawan gaek betawipun begitu berani mengatakan UN tak ubahnya genoside gaya baru dengan asumsi telah mentraumatiskan peserta didik lewat 20 paket soal, padahal (masih menurut beliau) di negara majupun hal ini tidak pernah dilakukan! (ILC, tayangan Selasa, 23 April 2013). Penulis heran, fenomena apalagi ini? Belum lagi gaya regulator yang terkesan cuci tangan. Permainan apalagi ini?  ---)***(---   Sebagai masyarakat akademis, tentu realitas yang dipertontonkan selama dua pekan ini (tentang UN tentunya) cukup menyesakkan fikir. Segala carut-marut UN telah di aduk sedemikian rupa sehingga konten intinya bersembunyi, tak terusik, tetap gelap! Ironisnya, Kemendikbud, yang penulis harap berani terbuka, malah di akhir-akhirnya menyalahkan percetakan. Ironis sekali, momen evaluasi yang seharusnya bisa menjadi gengsi bangsa di mata dunia, harus tercabik-cabik dan semakin terkoyak oleh analisis-analisis yang tidak bersumber pada dunia pendidikan unsich! Nano-Nano yang ironis!!! Sayang sekali memang, momen yang menghabis uang negara lebih dari 500M ini harus digiring kemana-mana oleh siapa saja. Penulis mahfum, betapa berat target kerja kementrian dalam menyiapkan perhelatan nasional ini dan betapa hebat juga rasa “geregetan” pihak luar yang menyaksikan perhelatan itu berjalan kurang mulus. Tetapi penulis akan lebih simpatik kalau tarik-menarik kedua kubu ini diperankan dengan seelegan mungkin. Sungguh, penulis belum menemukan dasar yang kuat akan alasan kemendikbud untuk tidak berani mengatakan “maaf”, padahal kalau itu yang dilakukan (penulis kok yakin) bola panas UN ini tidak akan terpental-pental sejauh ini.  Ingat, dari dasar pelaksanaan UN ini saja sudah terjadi keragaman pendapat, maka wajar kalau pihak yang kontra begitu gencar menyerangnya. Begitu juga dengan yang kontra, tampak sekali kalau UN ini bukanlah target akhir! Mengapa sehebat ini? itulah aneh! Penulis sebagai pendidik agak “emosi” juga melihat pakar yang bukan bidangnya dengan seenaknya mengatakan UN harus batal demi hukum! Atau seorang mantan pejabat tinggi kemendikbud yang begitu tanpa dosanya menganggap carut-marut ini adalah suatu keanehan dan (masih menurut beliau) “ada yang tidak beres”. Emosi penulis semakin meninggi saja, ketika ada sebagian elemen yang mencoba “menyeret” masalah UN ini ke ranah politik. Bolehlah mereka menganggap segala gerak dinamika bangsa ini adalah keputusan politik, tapi kadar kasus akibat dari keputusan politik itu belum tentu bermuatan politik. Bayangkan, Tim penyusun soal (yang jelas dari kalangan akademik) hanya gara-gara membuat 20 paket soal harus mendapat kritik pedas sebagai manusia tak bermoral karena membuat stres siswa! Awalnya penulis memang lebih condong kepada menyalahkan BSNP sebagai lembaga yang bertanggungjawab penuh akan perhelatan UN ini. Namun, setelah dirasa-rasakan statemen yang muncul, sungguh, jiwa pendidik penulis terusik. Mengapa? Karena dari statemen yang muncul  ada indikasi dunia pendidikan ingin ditarik-tarik ke ranah yang tidak bernuansa pendidikan. Apa yang penulis uraikan di atas adalah sebagian kecil dari hiruk-pikuknya statemen atas reaksi pelaksanaan UN kali ini. Sungguh, penulis sangat menghargai akan kemerdekaan berpendapat. Tetapi sungguh, kalau pendapat itu terkesan melenceng atau bahkan ingin yang aneh-aneh, tentunya masyarakat akademik yang memiliki dunia pendidikan seharusnya jangan hanya jadi penonton saja! Siapa yang penulis maksud mulai melenceng? Inilah yang penulis ironiskan. Sejatinya,  justru melencengnya situasi ini berawal dari tidak cepatnya regulator (dalam hal ini kemendikbud) untuk segera bergerak? Siapapun akan merasakan akan terlambatnya penanganan kesemrawutan pelaksanaan UN ini. Andai saja begitu tercium indikas awal keterlambatan distribusi soal, seharusnya pihak regulator bergerak cepat dengan mengadakan duduk semeja dengan pihak-pihak yang terkait (komisi X, Depkeu, BSNP,  pihak percetakan, sampai elemen yang nantinya berpotensi akan mengkritisi). Kalau itu yang dilakukan, kok penulis meyakini  “masalah distribusi” ini tidak akan sampai pada keinginan “harus mundur” atau “UN batal”. Penulis yakin, dalam duduk semeja itu minimal akan ditemukan kesefahaman akan kendala distribusi ini. Berangkat dari kesefahama ini, tentu pihak terkait itu akan mau kerja marathon untuk ikut membantu menyelesaikan!  Indikasi tidak adanya gerakan cepat untuk duduk semeja ini dapat kita lihat dari statemen demi statemen masing-masing pejabat, baik dari pihak BSNP, juru bicara Kemedikbud (sampai Menteri), pihak komisi X, terakhir dari Depkeu. Fluktuasi statemen yang dari hari ke hari semakin “saling melempar salah” inilah yang kemudian menjadi bahan dasar dari berbagai kalangan untuk dianalisis, diprediksi, dan diterjemahkan, yang akhirnya menjadi amunisi yang dahsyat untuk mengkritisi. Akibatnya, yang tadinya “hanya” masalah distribusi kemudian harus terpental-pental kemana-mana sebagaimana ulasan terdahulu! Bagi penulis (sebagai seorang pendidik) fenomena ini terasa menyakitkan, karena baru saja dunia pendidikan negeri ini habis energinya oleh perdebatan masalah kurikulum baru atau yang terdahulu adalah masalah RSBI. Sekarang harus ditambahi lagi dengan masalah “wibawa UN”. Tidakkah yang berdebat itu menyadari bahwa akar rumput juga benar-benar merasakan imbasnya. Tidakkah akan elegan, jika kendala yang silih berganti ini diminimalisir seminim mungkin dengan gaya tabayyun? Bukankah jika permasalahan itu terpental-pental semacam ini akan melahirkan praduga-praduga? Sebegitu tipiskah rasa saling percaya dan saling menghargai akhir-akhir ini? Entahlah, dari intipan penulis, negeri ini mulai begitu suka dengan masalah apalagi yang mencoba untuk ditutup dan terasa aneh. Senantiasa tergoda untuk bergerak tetapi sebenarnya gerakan itu justru membuat banyak orang tidak bisa tidur. UN 2013, benar-benar rasa Nano-Nano. Akankah kita temui di tahun depan? Atau rasa nano-nano ini sebagai isyarat perpisahan? Mari semua elemen tidak usah membuat nano-nano baru. Biarkan aturan yang sekarang berjalan dan kita percayai aturan itu? Toh dalam beberapa hari ke depan DPR akan memanggil Menteri Pendidikan dan Kebudayaan. Optimis saja akan ada penyelesaian dalam rapat dengar pendapat (RDP) tersebut. Apapun hasil RDP itu kita sikapi dengan elegan dan proporsional. Kertonegoro, 26 April 2013         ...

0 Komentar
1 2 3 4 5

Pengumuman PPMB

Artikel Popular

  • TUGAS KE-4; KELAS IX
    20-11-2012 15:08:37  (64)
  • TUGAS KE-4; KELAS VIII
    31-10-2012 22:06:36  (62)
  • ANTOLOGI PUISI : DIALOG SETENGAH JALAN : EPISODE 1; Bersimpuh Keyakinanh
    30-10-2012 22:44:53  (56)
  • Tugas Kelas IX
    18-10-2012 12:16:29  (54)
  • NASKAH DRAMA UNTUK MATERI LATIHAN 2
    24-11-2012 14:56:24  (51)

Artikel Terbaru

Pengunjung

    830222

ANIMASI GBR POJOK

VISITOR DATE

Flag Counter

STATS domain 1

Check google pagerank for bermututigaputri.guru-indonesia.net Rating for bermututigaputri.guru-indonesia.net Rating for bermututigaputri.guru-indonesia.net

DAERAH SEBARAN

REPUTASIWEB

Website reputation

Facebook

alexa

alexa link

Link Partner